home news guestbook contact
Minggu, 18 November 2018 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Pj Bupati "Sidak" Pelayanan Rumah Sakit

Pengirim : andy candra
Tanggal : 12 September 2015, 7:44 pm


Bencana kabut asap yang melanda Kalbar dan sekitarnya membawa berbagai dampak, baik gangguan transportasi maupun kesehatan. Mengatasi kebakaran lahan yang terjadi, Pj.Bupati Ketapang bertindak cepat dengan melakukan koordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) dan instansi terkait dalam penanggulangan kebakaran lahan.

Selain beberapa kali menggelar rapat koordinasi, Pj Bupati Ketapang Jum’at (11/9) pagi juga pemadaman api yang sudah lebih dari sepekan dilakukan petugas BNPBD, Manggala Agni, Dinas Kehutanan Ketapang dan lain-lain.
Selain mengerakkan seluruh potensi yang ada untuk menanggulangi kebakaran lahan, Pj Bupati Ketapang, Kartius SH, M.Si, Sabtu (12/9) juga melakukan inspeksi mndadak ke RSUD Ketapang. Pj Bupati melihat langsung pelayanan kesehatan yang ada di RSUD Agoesdjam, termasuk mengetahui jumlah pasien ISPA (inspeksi saluran pernapasan akut) yang dikabarkan mengalami peningkatan drastis selama bencana kabut asap terjadi.
Tiba di RSUD Agoesdjam, Pj Bupati Ketapang didampingi kepala SKPD terkait langsung menuju ruang pelayanan UGD. Kepala BKD Provinsi Kalbar langsung berkomunikasi dengan pasien, dan keluarga pasien. Setelah itu kemudian berkomunikasi dengan perawat dan dokter jaga.
Inspeksi mendadak ke RSUD Agoesdjam dilakukan usai melakukan sidak harga pasar menjelang Idul Adha di Pasar Rangga Sentap. Pj Bupati Ketapang, juga meninjau ruang pelayanan penyakit dalam. Ditempat ini, Pj Bupati Ketapang kembali menanyakan kondisi pasien ISPA kepada petugas jaga. Usai dialog dengan para perawat jaga, kemudian Pj Bupati Ketapang endapatkan penjelasan dari dr Rusdi, Plt Direktur RSUD Agoesdjam mengenai kondisi pelayanan di rumah sakit. Bersama dengan Direktur Agoesdjam Ketapang, kemudian Kartius melakukan peninjauan ruang pelayanan anak. Ditempat ini, ia juga kembali melakukan dialog langsung dengan keluarga pasien menanyakan kondisi anak yang mengalami gangguan pernapasan. Bahkan, Pj Bupati Ketapang sempat juga berdialog dengan anak. Kepada orang tua anak, ia berpesan untuk selalu menjaga kesehatan anak. Karena anak adalah investasi jangka panjang. Selain menjaga anak dengan sebaik mungkin, jangan lupa juga untuk memperhatikan cita-cita anak dengan mensekolahkannya. Apalagi, pemerintah saat sekarang mempunyai kebijakan melalui kartu Indonesia sehat, kartu Indonesia pintar dan lain sebagainya. “Walaupun kita dari kampung, bukan dijadikan halangan untuk kita melanjutkan pendidikan, bapak Presiden kita seperti Pak Harto, dan pak Jokowi juga berasal dari desa, jadi perhatikan sekolah anak-anak kita supaya ia bisa meraih cita-citanya,” kata Kartius yang juga mengaku berasal dari Kampung.
Selain mengingatkan para rang tua anak akan pentingnya menjaga kesehatan anak, ia juga berpesan supaya orang tua tidak melakukan kekerasan terhadap anak-anak. Karena melakukan kekerasan terhadap anak dapat berpengaruh terhadap karakter anak. Salah satunya, nanti ketika dewasa ia akan menjadi “pelawan” terhadap orang tua.
Cukup lama, Kartius berdialog dengan para orang tua di ruangan perawatan anak.Setelah itu, bersama direktur RSUD Agoesdjam, maka Pj.Bupati Ketapang meninjau ruang pelayanan cuci darah dan instalasi UGD. Pj.Bupati Ketapang menilai pelayanan RSID Agoesdjam Ketapang cukup baik dibanding beberapa rumah sakit yang ada di Kalbar, baik dari sisi pelayanan, ketersediaan tenaga dokter, fasilitas dan lain-lain. Kinerja yang sudah cukup baik itu harus dipertahankan, dan ditingkakan. Selain itu, dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan, jika terdapat hal-hal yang penting hendaknya dapat dikoordinasikan sehingga dapat dialokasikan penganggarannya. Salah satu harapan dari direktur RSUD Agoesdjam adalah perlunya ambulance dalam membantu transportasi pasien. Dimana, ambulance tersebut yang bisa menjangkau sampai kedaerah pedalaman. Dari usulan ke pemerintah pusat yang mereka lakukan, belum direalisasikan. Jika pemerintah pusat belum bisa memenuhi usulan yang dirasakan cukup mendesak tersebut, maka Pj Bupati Ketapang berharap bisa diakomodir dalam APBD Kabupaten Ketapang. Tentunya hal tersebut juga memperhatikan ketersediaan dan kemampuan keuangan daerah.
Untuk diketahui, selama kabut asap terjadi di Kalbar diinformasikan oleh media massa bahwa sejak Juli hingga Agustus sebanyak 1.187 warga Ketapang terserang infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) dan masih banyak lagi diperkirakan yang tak terdata. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Ketapang dari puskesmas seluruh Ketapang penderita ISPA selama Agustus ada 693 orang. Kemudian di RSUD Agoesdjam Ketapang sejak Juli hingga per 10 September ada 118 pasien ISPA.Sedangkan di Rumah Sakit Fatima Ketapang sejak Juli hingga Agustus ada 376 pasien ISPA. @

 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007