home news guestbook contact
Senin, 20 Januari 2020 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Demfarm Padi, Dukung Upsus Padi Jagung dan keledelai

Pengirim : andy candra
Tanggal : 3 August 2015, 4:19 pm


KETAPANG – Dalam mendukung upaya upaya khusus (upsus) swasembada pangan di Kabupaten Ketapang dilaksanakan Temu lapangan panen padi di Desa Sungai Besar, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Senin (27/7). Temu lapangan dan panen perdana tersebut dihadiri Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Barat, Dandim 1203/Ketapang, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Ketapang, Camat Matan Hilir Selatan, Kapolsek Matan Hilir Selatan, Danramil Matan Hilir Selatan, para Kepala Desa se-Kecamatan Matan Hilir Selatan, serta para petani yang berasal dari Sungai Besar dan sekitarnya.

Upaya untuk mendiseminasikan inovasi pertanian kepada masyarakat tani tersebut diawali dengan panen perdana diawali Kepala BPTP Kalimantan Barat, Dandim 1203/Ketapang, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Ketapang, Camat dan Kapolsek Matan Hilir Selatan. Padi yang dipanen pada temu lapang ini merupakan tanaman pada kegiatan demfarm padi yang dilaksanakan oleh BPTP Kalimantan Barat di Kelompok Tani Sungai Sirih Maju.
Tanaman seluas 3 ha tersebut terdiri dari varietas Situ Bagendit dan Inpara 3. Jika melihat performance tanaman di lapangan, kedua varietas tersebut tampak mampu beradaptasi dengan baik di daerah pasang surut seperti di Desa Sungai Besar. Selain penggunaan Varietas Unggul Baru (VUB) Situ Bagendit dan Inpara 3, teknologi lainnya yang diterapkan pada demfarm ini adalah penanaman bibit muda umur 21 hari sebanyak 2-3 batang/lubang tanam.
Sistem tanam yang digunakan pada demfarm ini juga mengintroduksikan teknologi sistem tanam jajar legowo 4:1 dengan jarak tanam 25 cm x 12,5 cm dan jarak legowo 50 cm. Pemupukan berimbang dan pengendalian hama penyakit tanaman secara terpadu juga diterapkan pada demfarm ini. Untuk mengawal penerapan teknologi-teknologi tersebut, maka BPTP Kalimantan Barat bersama-sama dengan petugas pertanian dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Ketapang yang ada di wilayah tersebut melakukan pendampingan secara intensif.
Setelah panen perdana, acara temu lapang kemudian dilanjutkan dengan penyampaian sambutan dari Ketua Kelompok Tani Sungai Sirih Maju, Kepala Desa Sungai Besar, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Ketapang, Dandim 1203/Ketapang, dan Kepala BPTP Kalimantan Barat.
Menurut Ir.Jiyanto MM, Kepala BPTP Kalimantan Barat bahwa penerapan teknologi-teknologi pertanian seperti penggunaan varietas unggul yang disesuaikan dengan agroekosistem setempat. Seperti Inpara 3 dan Situ Bagendit yang ditanam pada lahan pasang surut, sistem tanam jajar legowo dan teknologi pertanian lainnya dapat meningkatkan produktivitas tanaman.
Berdasarkan hasil ubinan, produktivitas padi varietas Situ Bagendit adalah 4,29 ton/ha lebih tinggi dibanding hasil yang biasa diperoleh petani sekitar 3 ton/ha pada MT Gadu seperti musim penanaman demfarm ini. Untuk padi varietas Inpara 3 belum diketahui produktivitasnya karena masih dalam fase pemasakan. “Meskipun belum siap panen, performance padi varietas Inpara 3 tersebut tampak lebih baik lagi dibanding Situ Bagendit yang juga telah menunjukkan hasil cukup baik pada demfarm ini,” paparnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan dialog antara para petani dengan instansi terkait. Dalam dialog ini, para petani berharap adanya bantuan alsintan seperti traktor, perontok padi, mesin pompa air, dan kemudahan dalam mendapatkan bahan bakar untuk operasional mesin pompa air terutama di musim kemarau untuk mengalirkan air dari sumur bor ke sawah. “Semoga teknologi-teknologi pertanian yang telah didiseminasikan pada demfarm ini dapat diadopsi oleh petani di Kabupaten Ketapang agar produktivitas tanamannya dapat meningkat sekaligus mendukung upaya swasembada nasional,” harap Kepala BTTP Kalbar. @

 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007