home news guestbook contact
Sabtu, 07 Desember 2019 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

PT. ARTU BORNEO PERKEBUNAN SAWIT MASUK PEMAHAN

Pengirim : A. Rahman
Tanggal : 15 April 2008, 11:38 am


Kondusif dan potensialnya lahan membuat para investor bergegas menyerbu Kabupaten Ketapang. Baru baru ini PT. Artu Borneo Perkebunan masuk Kecamatan Pemahan, Nanga Tayap dan Tumbang Titi.

Melalui eksposenya di Pendopo rumah kediaman jabatan Bupati Ketapang Selasa 15/4/2008, Teuku Ferdiansyah dari pihak perusahaan mengatakan, PT. Artu Borneo Perkebunan konsekuen dalam melakukan pembangunan kebun sawit di Ketapang. Dalam membangun kebun sawit, pihaknya tidak semata mata melahirkan keuntungan buat perusahaan, juga keuntungannya bermanfaat bagi maayarakat. Utamanya masyarakat yang berada di daerah kebun dan sekitarnya. "Melalui pembangunan kebun sawit,kita bantu pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat". Soal porsentase kemitraan biasanya 80:20 untuk batas minimal. Bisa lebih untuk prosentase pembagian kemitraan tergantung kesepakatan yang sama sama menguntungkan". Ujar Ferdiansyah.
Dikatakannya, komitmen membangun kebun sawit ini diperlukan dukungan sepenuhnya oleh Pemerintah termasuk Pemkab Ketapang dan masyarakat. Untuk itu peran semua pihak sangat diharapkan demi kelancaran pembangunan kebun. " Kita sama sama patuhi ketentuan dan aturan yang berlaku oleh Pemerintah..Hak hak masyarakat pun tetap dijunjung tinggi, sepanjang tidak bertentangan dengan aturan dan kesepakatan yang telah ditentukan" Tegasnya.
Kemudian berkenaan dengan adanya Hutan Produksi Konversi yang berada diantara kawasan PT Arto Borneo Perkebunan sawit, Menurut Ferdiansyah pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin mengusulkan pembebasannya ke Menhutbun RI di Jakarta untuk dijadikan status Areal Penggunaan Lain. Oleh karenanya , Untuk langkah awal ,kita usahaka yang sudah berada di APL saja. "Kita bahas yang APL dulu dalam kesempatan baik ini " Katanya.
Sementara itu menurut Kepala Bappeda Kab Ketapang Farhan Se, Msi, Terkait usaha perkebunan, 4750 ha yang berada di kawasan hutan produksi tetap dan lebih kurang 20 ha berada di kawasan hutan produksi konversi serta kurang lebih 13230 ha berada di kawasan areal penggunaan lain. Pembangunan kebun sawit PT. Artu telah sesuai RTRW prop Kalbar dan RTRW Kab Ketapang. " Pihak perusahaan supaya secepatnya mengusulkan pembebasan status kawasan HPK menjadi APL ke Dephut RI di Jakarta". Harap Farhan
Menurutnya, Pemkab Ketapang sangat mendukung masuknya beberapa investor, Dengan syarat antara lain mengikuti aturan aturan serta ketentuan yang berlaku.Masuknya investir turut mendongkrak perekonomian masyaraakat dan peningkatan PAD Kab Ketapang. Tegas Kepala Bappeda.
Ekspose hari itu dihadiri Drs. FX Sungkalang Asisten I Sekda Kab ketapang dan sejumlah anggota Muspida, para Kepala Dinas Instansi termasuk para camat,serta sejumlah Kepala Desa dan tokoh masyarakat di sekitar wilayah rencana kebun PT Artu Borneo Perkebunan.

 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007