home news guestbook contact
Senin, 16 September 2019 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Pentas Seni Budaya Dayak Ketapang Tahun 2014

Pengirim : Andy Candra
Tanggal : 27 November 2014, 12:05 pm


PENTAS seni budaya Dayak, pameran budaya dan ekonomi kreatif, karnaval dan rapat kerja Dewan Adat Dayak Kabupaten Ketapang tahun 2014, Rabu (26/11) dibuka. Kegiatan dihadiri Ketua DAD Kalbar yang diwakili Yakobus Kumis, dan dibuka oleh Bupati Ketapang, yang diwakili Kadis Budparpora Ketapang, H.Jahilin.

Sambutan tertulis Bupati Ketapang yang dibacakan Kadis Budparpora Ketapang menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada panitia pelaksanaan pentas seni dan budaya Dayak, pameran budaya dan ekonomi kreatif, karnaval dan rapat kerja Dewan Adat Dayak tahun 2014 atas kerja kerasnya sehingga dapat terlaksana dengan baik. Ia berharap event tersebut dapat menjadi ajang untuk lebih memperkenalkan seni budaya daerah khususnya budaya Dayak serta lebih mempererat tali persaudaraan antar sesama anak bangsa.
“Kita menyadari bahwa bangsa kita merupakan bangsa yang majemuk yang terdiri atas berbagai suku bangsa dimana masing-masing suku bangsa mempunyai identitas kebudayaan yang berbeda-beda yang tentu mencerminkan nilai-nilai yang baik dan rasa kebersamaan,” kata Bupati Ketapang diwakili Kadis Budparpora Ketapang.
Ia memaparkan perbedaan-perbedaan itu adalah sebuah anugrah dari Tuhan yang maha kuasa yang harus diterima sebagai sebuah kenyataan. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa akhir-akhir ini perbedaan ini seringkali mencuat kepermukaan. Na mun dalam bentuk yang kadang tidak jarang menjadi sumber perpecahan. Adanya event semacam ini tentu sangat bermanfaat bagi upaya meningkatkan rasa persaudaraan, solidaritas dan persatuan dalam bentuk multikulturalisme dan pluralism yang mengagungkan perbedaan dalam kesamaan derajat untuk mengaktualisasikan dan mengekpresikan budaya dalam atmosfir empati dan saling menghargai.
Di era globalisasi sekarang ini, pengaruh budaya asing tidak dapat kita hindari. Maka apabila tidak disaring dengan cermat, hal ini akan membuat generasi muda indonesia melupakan adat budaya bangsanya sendiri. Oleh karena itu diperlukan berbagai upaya agar adat budaya bangsa indonesia yang sangat beragam dan unik ini tidak lenyap ditelan oleh arus perubahan dan budaya asing yang begitu gencar. Oleh karenanya upaya-upaya pelestarian pengembangan dan promosi budaya harus terus dilakukan sehingga adat budaya kita yang unik dan beragam dapat terus lestari dan berkembang di bumi Indonesia yang tercinta ini.
Kebudayaan merupakan salah satu wujud dari hasil karya manusia yang tumbuh dari hasil, pengamatan manusia yang dilakukan terhadap lingkungannya. Penciptaan kebudayaan ini didasarkan pada pengalaman manusia tersebut atas apa yang mereka rasakan dan alami.”Sebuah budaya bisa dilestarikan dengan cara melestarikan proses kehidupan dalam masyarakat itu sendiri,” paparnya.
Dengan demikian generasi yang akan datang masih mampu untuk menjaga dan menghidupkan kebudayaan tersebut. Dengan menjalankan semua nilai yang terkandung dalam kebudayaan tersebut, termasuk di dalam adalah budaya tradisional yang saat ini sedang kita pentaskan.
Lebih lanjut dipaparkan bahwa dalam prakteknya, pelestarian budaya bukan merupakan hal yang mudah untuk dilakukan. Salah satunya hambatannya adalah perkembangan teknologi yang menyebabkan arus informasi dengan cepat masuk ke dalam masyarakat.
Namun walau dalam kondisi yang penuh dengan hambatan tersebut, tentu tetap ada jalan yang bisa dipilih untuk menciptakan pelestarian budaya, diantaranya adalah menghidupkan kembali proses produksi serta konsumsi budaya pada masyarakat.Dengan cara ini, kita diajak untuk membiasaklan diri dengan kebudayaan local yang menjadi ciri khas dan jati diri suatu masyarakat .
Peningkatan konsumsi budaya harsulah disertai dengan oftimalisasi produksi budaya. Karena apabila budaya yang diproduksi tidak mengalami pertumbuhan, maka lambat laun kebudayaan tersebut akan hilang dengan sendirinya, dan tergamtikan budaya baru yang mampu memenuhi kebutuhan jaman.
“Oleh karena itu pengelolaamn konsumsi dan produksi budaya harus berjalan seimbang agar kebudayaan bisa tetap lestari dan berkembang ditengah masyarakat,” ucapnya.
Ia menyebutkan upaya mengoftimalkan budaya tradisional yang menjadi bagi penting dalam budaya masyarakat indonesia. Diselenggarakannya pentas seni budaya Dayak pameran, karnaval dan rapat kerja oleh dewan adat Dayak Kabupaten Ketapang tahun 2014 adalah sangat tepat dan akan efektif dalam upaya pelestarian dan promosi budaya khususnya budaya Dayak. Bupati mengvharapkan semoga dengan adanya kegiatan ini akan lebih mempererat tali persaudaraan antara sesame anak bangsa dan adat budaya dayak yang begitu beragam dapat dikenal dan dilestarikan di bumi Indonesia.
“Saya atas nama pemerintah Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat sangat memberikan apresiasi, dukungan serta perhatian penuh bagi penyelenggaraan kegiatan ini. Semoga hal ini akan memberikan kontribusi positip bagi upaya pengembangan budaya daerah yang pada akhirnya akan membentuk budaya dan jati diri bangsa kita menjadi lebih kuat,” paparnya.@

 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007