home news guestbook contact
Rabu, 29 Januari 2020 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Pabrik Smelter di Ketapang Serap 3.000 Pekerja

Pengirim : ANDY CANDRA
Tanggal : 7 September 2014, 7:32 pm


KETAPANG - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meresmikan Pabrik Smelter Grade Alumina di PT Wall Harvest Wining Alumina Refinery (WHW) di Desa Sungai Tengar, Kecamatan Kendawangan, Ketapang, melalui videoconference, Jumat (5/9/2014).

Hadir Gubernur Kalbar, Cornelis, dan Bupati Ketapang, Henrikus, bersama jajaran muspida. Gubrnur Cornelis mengatakan pabrik smelter ini menghabiskan investasi sekitar Rp 25,3 triliun.
Nilai investasi ini, merupakan yang terbesar dari proyek-proyek Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). "Kontruksi saat ini mencapai 35 persen dan diharapkan dapat oprasional akhir 2015," kata Cornelis.
Gubernur mengatakan hingga Agustus 2014, koridor ekonomi Kalimantan telah melakukan groundbreaking sebanyak 94 proyek, dengan nilai investasi mencapai Rp 177 triliun. Nilai investasi ini sudah 86 persen selama tiga tahun MP3EI dari target hingga akhir 2014. "Capaian ini juga merupakan yang terbesar, bila dibandingkan dengan lima koridor ekonomi lainnya," ujar Cornelis.
Pada tataran nasional dalam progra MP3EI, produk unggulan Kalbar adalah sawit, bauksit, serta pengolahan hasil perkebunan dan tambang. Khusus bauksit cadangan deposit Kalbar sebesar 4.397 miliar ton.
Saat ini, ada empat perusahaan yang melakukan persiapan pembangunan industri pengolahan dan permurnian alumina kapasitas pengolahan 6 juta ton per tahun, dengan nilai investasi mencapai 4,47 miliar Dolar AS. "Selain itu, ada lima perusahaan yang sedang merencanakan pembangunan industri pengolahan kapasitas pengolahan 4 juta ton per tahun dengan nilai investasi 3,8 miliar dolar AS," tuturnya.
Cornelis menegaskan untuk memperlancar investasi tersebut, Kalbar memerlukan dukungan infrastruktur seperti pelabuhan laut, bandara, jalan, jembatan, energi, serta pembangunan perbatasan yang menjadi beranda terdepan Indonesia.
Dalam kesempatan itu, perwakilan PT WHW, Sulisyanto, menuturkan, pabrik smelter ini akan menyerap sekitar 3 ribu tenaga kerja. Untuk pembagian tenaga kerja, 70 persen warga Indonesia dan 30 persen asing.
Tenaga kerja asing dibutuhkan lantaran pada pekerjaan pabrik itu tak bisa semua dikerjakan tenaga kerja Indonesia. "Makanya tetap harus menggunakan tenaga kerja asing. Hanya semakin lama, jumlah tenaga asing tentu semakin berkurang. Bisa tak sampai 30 persen," ujarnya.
Sulistyanto menjelaskan saat ini pembangunan pabrik sudah 32,8 persen yang meliputi empat komponen. Di perkirakan, awal 2015 sudah mulai komesioning, tapi bukan produksi. "Mudah- mudahan 2016 bisa beroperasi tahap pertama dengan target 1 juta ton," katanya.
Sementara itu Presiden SBY tak hanya melakukan videoconference dengan Gubernur Cornelis. Hal serupa juga dilakukan dengan kepala daerah lainnya dari koridor MP3EI yang lain. Gubernur Cornelis dipilih untuk mewakili koridor Kalimantan.
Cornelis melaporkan perkembangan MP3EI dari Pabrik Smelter PT HNW. Untuk Koridor ekonomi Sumatera videoconference dilakukan presiden dengan Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho.
Untuk Koridor Sulawesi dilaporkan Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djonggala, mewakili Koridor Bali Nusa Tenggara, Gubernur Nusa Tengara Barat (NTB) M Zainul Majdi, Koridor Papua dan Kepulauan Maluku dilakukan Gubernur Papua, Lukas Enembe.
Sedangkan videoconference dengan Koridor Jawa dilakukan SBY dengan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo.
Videoconference tersebut dilakukan untuk memaparkan capaian dan realisasi target pelaksanaan MP3EI setiap koridor pembangunan, selama tiga tahun. SBY pun mengungkapkan rasa bangganya, atas pencapaian yang telah dilakukan pemerintah pusat dan pemerintah daerah MP3EI 2011-2025.
Dengan capaian itu, Presiden menyindir sejumlah pihak yang pernah pesimistis atas konsep MP3EI yang dicanangkan. "Saya masih ingat, ketika master plan tentang percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia kami luncurkan, banyak yang pesimistis, skeptis. Bahkan katakan itu hanyalah sebuah macan kertas. Tapi sejarah tunjukkan bahwa upaya kita menghasilkan sesuatu yang nyata," kata SBY.
Presiden mengaku bersyukur atas kemajuan pembangunan proyek yang ada di berbagai daerah. Menurutnya mulai dari jajaran pemerintah pusat, pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi hingga badan-badan usaha milik negara dan swasta, telah berkontribusi langsung dalam pembangunan di sektor riil dan infrastruktur di Tanah Air.
Presiden menjelaskan bahwa MP3EI sengaja disusun untuk mempersiapkan Indonesia dalam menghadapi konektivitas di kawasan Asia Tenggara dan Asia. Sebab apabila Indonesia tidak bersiap, maka Indonesia akan dirugikan dari adanya konektivitas antarnegara itu.
Oleh karena itu, Presiden menyebutkan MP3EI akan menciptakan peluang bagi Indonesia dan meningkatkan daya saing dalam negeri. Cara yang dilakukan adalah memberikan panduan koridor pembangunan setiap wilayah berdasarkan potensi alam dan manusia yang ada di masing-masing provinsi.
Dalam komposisi pembiayaan tadi amat jelas, sekitar 40 persen dari swasta, 25 persen berasal dari BUMN dan sekitar 15 persen dari anggaran negara atau pemerintah, dan sisanya gabungan. Inilah struktur yang sehat, yang baik, sebab tidak mungkin APBN kita habis untuk membangun infrastrutur kareka kita juga harus menetapkan langkah pengurangan kemiskinan," ucap dia. ** (Pontianak Tribun/6 September 2014)

 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007