home news guestbook contact
Senin, 20 Januari 2020 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Imlek Bersama, Pendopo Jadi "Lautan" Warga

Pengirim : andy candra
Tanggal : 2 March 2014, 5:28 pm


PERAYAAN Imlek Bersama telah menjadi pesta rakyat, dan pesta bersama. Ini semua merupakan wujud dari warna-warni khazanah budaya bangsa.

Bukan lagi hanya sebatas perhelatan budaya etnis Tionghoa. Pernyataan ini disampaikan Drs Henrikus M.Si ketika membuka Imlek Bersama pada 1 Maret 2014 di Pentas Budaya pendopo Bupati Ketapang.
Imlek Bersama di Pentas Budaya pendopo Bupati Ketapang ini adalah yang ketiga kalinya dilakukan. Warna warni kembang api menandakan Imlek bersama dibuka. Usai membuka perayaan Imlek bersama, Bupati Ketapang, Drs Henrikus M.Si bersama Ny.Riniwati Henrikus sempat menyumbangkan lagu kesayangan menghibur masyarakat. Sedangkan Muspida Ketapang bersama SKPD mendampingi dengan bergoyang diatas pentas.
Pada malam minggu (1/3), selain karya seni kelompok seni dari Ketapang,Imlek Bersama semakin semarak dengan tampilnya Viana dengan lagu dangdut yang mampu membuat pengunjung bergoyang. Pengunjung juga terpukau dengan tampilnya Ary Kurniawan pemain Saksophone dari Jakarta. Alat tiup yang dimainkan lagu mandari dengan merdu. Perdi Vera yang tampil dengan konstum wanita berulang kali membuat pengunjung tertawa. Lagu mandarin dan dangdut dinyanyikan penyanyi yang sudah tiga tahun berturut-turut tampil pada Imlek Bersama di Ketapang. Ribuan masyarakat yang hadir kian terhibur dengan suara merdu Ghissel Anastasi. Penyanyi cantik ini membawakan lirik Mandarin dan Pop.
Imlek Bersama yang berakhir pukul 22.45 WIB semakin lengkap dengan dicabutnya nomor undian untuk empat pemenang door prize bagi pengunjung oleh Bupati Ketapang, Drs Henrikus M.Si. Door prize ini dibagikan oleh Hartono, Ketua panitia pelaksana kepada pemenang. Ramainya masyarakat yang hadir pada malam Imlek Bersama itu tak pelak menjadikan kawasan pendopo ibarat "lautan manusia". Masyarakat berhibur bersama tanpa ada batasan antara pemimpin dan rakyat. Ini sejalan juga dengan harapan Drs Henrikus M.Si selama kepemimpinnya menjadikan Pendopo Bupati Ketapang sebagai Istana Rakyat. Dimana, pendopo terbuka untuk umum dalam melakukan aktivitas yang positip termasuk seni dan budaya. Karena itu, Drs Henrikus M.Si mempersilakan semua budaya menampilkan karya seninya di pentas budaya pendopo. Hal tersebut dilakukan berupaya memberikan pelayanan yang adil bagi masyarakat.
Bupati Ketapang, Drs Henrikus M.Si mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2565 kepada yang merayakannya. Semoga tahun yang baru ini, Tahun Kuda Kayu dapat membawa kebahagiaan, kesejahteraaan dan keberuntungan bagi kita semua. Dia berharap Tahun Baru Imlek dijadikan sebagai momentum masyarakat Tionghoa untuk melakukan instropeksi diri agar lebih baik lagi pada masa yang akan datang.
Menurutnya, perayaan Imlek saat ini tidak hanya disambut dengan suka cita oleh masyarakat Tionghoa. Melainkan juga disambut meriah oleh segenap warga masyarakat Kabupaten Ketapang. Ini dapat dilihat dengan dilaksanakannya Perayaan Pawai Lampion Malam Cap Goh Meh beberapa minggu yang lalu. Kemeriahan Perayaan Imlek Bersama telah menjadi pesta rakyat, pesta bersama. Ini semua merupakan wujud dari warna-warni khazanah budaya bangsa, bukan lagi hanya sebatas perhelatan budaya etnis Tionghoa.
"Dengan kasih dan teloransi kita wujudkan kehidupan masyarakat yang harmonis", yang menjadi tema perayaan Imlek Bersama, Bupati Ketapang sangat relevan dengan perkembangan kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Karena masyarakat kita harus bersatu dalam lindungan kasih Tuhan agar mendapat lindungannya. Sebagai manusia kita harus senantiasa memiliki keseimbangan dan berprilaku, sebagai bagian dari harmonisasi antara langit dan bumi, keseimbangan antara nilai spritual dan kepentingan sesama yang membawa kemaslahatan bagi seluruh umat manusia.
"Ajaran dan nilai harmoni sesama manusia menginspirasi kita semua untuk memperkokoh solidaritas, dan kebersamaan ditengah kemajemukan," kata Drs Henrikus M.Si.
Pada kesempatan yang bahagia itu, Bupati Ketapang mengajak masyarakat Kabupaten Ketapang untuk menjaga dan memelihara persatuan dan kebersamaan yang telah dibina selama ini. Sehingga Kabupaten Ketapang yang dicintai ini tetap dalam suasana yang kondusif. Karena ini modal dasar untuk mengisi pembangunan di segala bidang.
Drs Henrikus M.Si juga mengharapkan kepada masyarakat untuk bersikap arif dan bijaksana dalam mencegah masalah-masalah dan tantangan baru sesuai dengan perkembangan masyarakat dan lebih bersikap pro aktif. Tingkatkan keimanan dan ketaqwaan dalam diri kita masing-masing sebagai bentuk pencerminan diri sebagai umat beragama yang menjunjung tinggi nilai spiritual, moral dan etik. Selain itu kembangkan teloransi antar umat beragama, hormati manusia dengan segala macam atribut dan keyakinanya. "Berlombalah menciptakan kebaikan dan keteladanan," tuntasnya.. @

 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007