home news guestbook contact
Selasa, 20 Agustus 2019 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

DENGAN TEKNOLOGI, LAHAN PASANG SURUT PRODUKTIF

Pengirim : Aspul Anwar
Tanggal : 5 September 2007, 1:15 pm


Ternyata lahan pasang surut juga dapat dijadikan lahan yang produktif untuk meningkatkan produksi pangan, asalkan dikelola dengan baik dan menerapkan teknologi yang tepat,dan memadai serta memanfaatkan tadah hujan semaksimal mungkin.

Ternyata lahan pasang surut juga dapat dijadikan lahan yang produktif untuk meningkatkan produksi pangan, asalkan dikelola dengan baik dan menerapkan teknologi yang tepat,dan memadai serta memanfaatkan tadah hujan semaksimal mungkin. Hal tersebut dikatakan oleh Bupati Ketapang H.Morkes Effendi,S.Pd,MH saat panen raya padi musim tanam gaduh 2007, di kelompok tani usaha baru, Desa Tempurukan, Kecamatan Muara Pawan, Rabu 5/9. Lebih lanjut dikatakan Bupati, untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani, tidak hanya dengan pengelolaan usaha tani yang dilakukan sekedarnya. Akan tetapi perlu penerapan Teknologi yang tepat dan memadai serta luasan yang cukup, mencapai skala ekonomi. Disamping itu juga perlu didukung dengan usaha lain yang sangat berpeluang di daerah ini, seperti tanaman sayuran, palawija dan ternak. Selanjutnya Morkes berpesan kita seharusnya tidak cepat merasa puas dengan apa yang telah kita capai. Melainkan hal itu merupakan awal dari usaha untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.Lebih jauh Bupati mengatakan, kedepan, pelaksanaan pembangunan tidak hanya tergantung pada uluran tangan pemerintah. Justru sebaliknya, kekuatan yang lebih besar ada pada masyarakat. Kekuatan ini harus terus digali dan dikembangkan. Dan sudah waktunya masyarakat diberdayakan, agar pembangunan tetap berkesinambungan. Bupati mengingatkan, kegiatan panen yang dilakukan ini tidak hanya berkaitan dengan peningkatan ketahan pangan dan kesejahteraan petani. Lebih dari itu agar dijadikan contoh buat petani lainnya dalam upaya meningkatkan produksi pangan pada masa mendatang. Apalagi pada era globsalisasi saat ini, para petani harus mampu bersaing, pintanya. Sementara iru Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Ketapang, Ir.K.Syamsu Ahyar dalam laporanya menjelaskan, luas tanam padi musim tanam gaduh 2007 di desa Tempurukan seluas 273 Ha, dan 175 Ha benihnya berasal dari bantuan Program Peningkatan Beras Nasional (P2BN), Sedangkan luas potensi sawah 1.166 Ha, dan diantaranya 800 Ha merupakan sawah tadah huan dan 366 Ha sawah pasang surut. Selain itu kata Syamsu di desa ini juga telah dibangun irigasi permanen dengan sistem pompanisasi.Sedangkan untuk tingkat Kabupaten tahun 2007 bantuan benih P2BN dijelaskan Syamsu, untuk benih padi 404.972 Kg dengan varitas Ciherang dan IR 64, jangung 10.429 Kg dan kedelai7.297 Kg. Sementara itu dari beberapa petak ubinan pada penen raya gaduh tersebut menghasilkan rata-rata gabah kering kering 3,78 ton/Ha. Acara penen dihadiri oleh Kepala Dinas terkait, Asisten 3,Ny. Yenei Morkes, SH,MH,camat Muara Pawan, Kades,pemuka masyarakat dan para petani.(asp)

 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007