home news guestbook contact
Jumat, 20 Juli 2018 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

PEMKAB TERUS DORONG KETAHANAN PANGAN

Pengirim : ANDY CANDRA
Tanggal : 10 December 2013, 9:22 pm


Ketahanan pangan tetap menjadi skala prioritas Pemkab Ketapang dalam mendorong petani mengolah lahannya. Mewujudkan ketahanan pangan tersebut, Pemkab Ketapang membuat sebuah kawasan percontohan, yakni dem area di desa Sungai Awan Kanan, Kecamatan Muara Pawan. Kawasan percontohan ini rencananya akan diresmikan pada tanggal 30 Desember 2013.

Menjelang peresmian Dem Area ini, instansi terkait melakukan tahap pematangan. Rapat pematangan peresmian dilakukan langsung di dem area, Senin (9/12).Rapat yang di hadiri instansi terkait, dibuka oleh Kabid Ekonomi Bappeda Ketapang, Alexander Wilyo, S.STP, M.Si. Dalam kepanitiaan peresmian Dem Area, Bappeda Ketapang sebagai leading sektor. Masing-masing instansi teknis mendukung keberadaan dem area sesuai tugas dan fungsinya masing-masing. Dilakukannya rapat pada kawasan ini, tujuannya agar instansi teknis mengetahui lokasi dem area dan melihat langsung persiapan di lapangan.
Pada dem area ini tidak hanya ditanami padi. Tetapi juga terdapat tanaman buah, kolam, rencana ternak dan lain-lain. Harapannya pada lahan seluas sekitar 4 hektar ini akan menjadi percontohan bagi petani.
Pentingnya dem area ini, sebagaimana disampaikan Bupati Ketapang, Drs Henrikus M.Si beberapa waktu lalu sebagai kawasan percontohan.
Dengan contoh tanaman pangan seperti ini, maka, menurut Henrikus, para petani di Ketapang bisa memanfaatkan lahan mereka dengan maksimal. Dia memisalkan, dalam satu tahun, lahan bisa dimanfaatkan untuk beberapa kali musim tanam, baik tanaman padi, maupun palawija. Jika potensi ini bisa dimanfaatkan masyarakat, maka dapat mensejahterakan masyarakat. Selain itu, jika panen melimpah, hasilnya bisa dipasarkan unuk memenuhi kebutuhan di Pulau Jawa.
Potensi ini, menurut Bupati, mesti dimanfaatkan masyarakat. Sebab, ditambahkan dia, tantangan ke depan justru adalah ketahanan pangan. Apalagi, menurutnya, di Pulau Jawa yang dulunya sebagai pusat pertanian, keberadaan lahan mereka kini sudah banyak beralih fungsi. Dan, petani juga, dikatakan dia, sudah banyak yang beralih profesi. Sementara kebutuhan pangan, dipastikan dia, dari waktu semakin besar. "Petani perlu didorong, Apalagi lahan kita relatif luas," tegas Bupati Ketapang beberapa waktu lalu..
Pengembangan ketahanan pangan menurutnya, selaras dengan Pemerintah Pusat. Karena itu,lahan pangan di Ketapang, setahun yang lalu dibuka konsorsium BUMN, dengan dipelopori PT (Persero) SHS. Kelanjutan kebijakan dikabarkan akan terjadi pergantian manajemen dalam pengelolaan lahan masyarakat akan dilakukan PT Pupuk Indonesia.@

 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007