home news guestbook contact
Senin, 16 September 2019 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Pemkab Fokus Infrastruktur dan Ekonomi Kerakyatan

Pengirim : andy candra
Tanggal : 3 September 2012, 10:38 pm


JELAI HULU (Humas)-- Tak Ada Proyek Mercusuar, Setelah dilantik,Bupati Ketapang berharap kades melakukan serah terima dengan pejabat lama. Baik administrasi desa maupun keuangan desa sehingga pelayanan berjalan dengan baik. Harapan Drs Henrikus M.Si disampaikan saat melantik Kepala Desa Tanggerang, kepala desa Biku Sarana, Kepala Desa Periangan, Kepala Desa Penyarang, dan Kepala Desa Teluk Runjai, Senin (3/9) di Gedung Pertemuan Kecamatan Jelai Hulu.

"Tentunya yang melakukan serah terima adalah kades baru menjabat, kalau kades yang terpilih dua kali tidak perlu lakukan serah terima, kalau kades yang terpilih dua kali lakukan serah terima lalu jabat tangan siapa," kata Bupati Ketapang dengan nada bergurau dan mengundang canda undangan.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada BPD yang telah melaksnakan Pilkadws dengann baik. Diterangkannya jangan sampai terjadi kekosongan penyelenggaraan pemerintahan di desa. Panjang lebar ia memaparkan isi perda terkait Pilkades yang menjadi tanggungjawab BPD maupun larangan Kades jadi pengurus partai.
Dalam pembinaan pembangunan di desan diterangkannya juga ada ADD. Selain memberi porsi anggaran pada PKK, Bupati juga menekankan pentingkan SPJ ADD. Karena itu, Kades diharapkan jangan sampai bingung. Jika ada hal yang membingungkan hendaknya bertanya untuk mendapat penjelasan kepada kantor kecamatan.
"Malu bertanya sesat dijalan, Besar kemaluan susah berjalan," ucapnya kembali mengundang senyum undangan.
Lebih lanjut dalam percepatan pembangunan, Bupati didampingi Muslimin S.Ip, Kepala Badan PMD, PP dan KB Ketapang berharap pembangunan di desa dan kecamatan diselaraskan dengan visi dan misi Bupati. Program Mercusuar, kata Henrikus, tidak akan ada. Tetapi di titik beratkan untuk ekonomi kerakyatan, dan infrastruktur. Untuk ekonomi kerakyatan, seperti tani, petenarkan dan perikan. Untuk mendapatkan bantuan pemerintah, diharapkan membentuk kelompok.
Dalam pembuatan kelompok jangan sampai terdiri dari adik, abang, ipar dan keluarga lainnya. Ia mengharap agar dengan kelompok tersebut dapat menggarap potensi pertanian, perikanan air tawar, dan peternakan.
Dalam meningkatkan program pertanian mengatakan tidak hanya dirinya yang membuat lahan pertanian. Tetapi juga mengimbau SKPD termasuk camat membuat lahan pertanian. "Manismata sudah ada langkah maju, mereka sudah tunjukkan pada kita lahan untuk tani,l ucapnya.
Dalam kerangka ketahanan pangan, ancaman negara tidak hanya bencana alam. Tetapi juga rawan pangan.apa lagi saat ini seperti Irian tidak lagi tergantung sagu, madura tidak lagi pada jagung. Jika di Depok dan sekitarnya sudah di canangkan one day no rice atau satu hari tanpa makan nasi. Maka, program tersebut berbeda dengan Ketapang. Potensi lahan masih sangat luas untuk peningkatan produksi pangan."Jangan ikut-ikutan dengan kebijakan tersebut, disana kurangi beras, kita harus tingkatkan pangan," kata Bupati menambahkan Ketapang dapat penghargaan Presiden atas podukai padi diatas 5 persen.
Bahkan Ketapang berhasil mencapai 16, 8 persen. Dalam menggiatkan pertanian Bupati juga mengimbau Camat untuk tanam padi.Lebih baik berikan contoh, kurangi ngomong.. Budidaya ikan demikian juga. Ikan lebih mahal dari ayam. Bupati minta usulkan buat kelompok tetapi bukan kelompok fiktif. Karena itu, ia perintahkan Dinas Kehutanan teliti ke lapangan. Jangan sampai ada 1 kolam, tetapi dimanfaatkan untuk 4-5 kelompok.
Dalam kesempatan yang sama Bupati menyerahkan bantuan Dinas Pertanian dan pertanian untuk kegiatan tanaman pangan dan holtikultura berupa benih padi 8,1 ton, hand tractor 2 unit. Kegiatan peyternakan berupa sapi bali 52 ekor, babi 17 ekor, itik 98 ekor. Kegiatan pengelolaan lahan dan air untuk areal 150 hektar jenis kegiatan oftimalisasi lahan.@


ANDY CANDRA SE
Staf Bagian Humas Setda Ketapang

 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007