home news guestbook contact
Senin, 16 September 2019 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Lantik Kades, Bupati Harap Masyarakat Cerdas

Pengirim : andy candra
Tanggal : 1 September 2012, 10:58 am


MANISMATA (HUMAS)-- Bupati Ketapang mengharapkan masyarakat jadi cerdas. Cerdas dalam mengelola potensi yang ada sehingga menjadikan daerah ini lebih baik lagi. Demikian juga cerdas dalam memilih pemimpin sesuai dengan pilihannya tanpa intervensi pihak mana pun.

Bupati Ketapang, Drs Henrikus M.Si meminta kunjungannya ke Desa Silat, Kecanatan Manismata (31/8) tidak dikaitkan dengan kampanye pasangan kandidat dalam Pemilu kepala daerah. Karena kunjungannya ke Kecamatan Manismata adalah dalam rangka dinas. Kunjungan kedinasan itu adalah melantik empat Kepala Desa sehingga tidak ada kaitan dengan kanpanye kandidat. Tetapi, adalah kunjungan dinas untuk melantik kepala desa terpilih dan peresmian Desa Mekar Jaya.
Selain meresmikan Desa Mekar Jaya, Bupati juga melantik Kepala Desa Mekar Jaya, Kepala desa kelampai, kepala desa Suka Ramai dan Kepala Seguling di Desa Silat Kecamatan Manis Mata. Karena kunjungan dinas, maka kegiatan yang dilakukan juga bersifat kedinasan dalam rangka memotivasi masyarakat membangun."Kita harap kepala desa dapat memotivasi masyarakat, termasuk mempromosikan peningkatan produksi pangan, kita terbatas tenaga penyuluh, makanya SKPD, termasuk kades dapat memberikan contoh dalam membangun, termasuk sektor pertanian," ujar Henrikus.
Ia mencontohkan dalam membangun sektoir pertanian, Henrikus juga menanam padi. Sekali panen hasilnya bisa dimakan dalam dua tahun. Harapannya SKPD bersama camat dan kades juga mempromosikan kegiatan pertanian ini. "Kepala desa yang dilantik kita harap dapat memotivasi masyarakat membangun serta melaksanakan pelayanan yang bertanggungjawab," ujar Bupati Ketapang.
Bupati Ketapang menerangkan bahkan potensi daerah bisa kita kelola dengan maksimal. Dalam kunjungan ke Desa Silat, ditengah perjalanan Bupati Ketapang mengaku sempat melihat lahan persawahan yang baru habis dipanen. Namun, ia menilai lokasi tersebut belum maksimal di kelola. Ia menyarankan agar lokasi itu sebaiknya dikapling untuk dikelola secara kelompok. Jika tanah tersebut milik masyarakat, maka dapat dimusyawarahkan bagaimana mengelola secara kelompok agar hasilnya maksimal. Bila perlu mendatangkan penyuluh dari Ketapang. Bupati mengakui tenaga penyuluh memang terbatas, walaupun sudah memperpanjang usia pensiun, ternyata masih sangat terbatas. Karena itu tenaga penyuluh yang ada diberdayakan sebagai konsultan.
Jika sudah terbentuk kelompok, maka Pemkab akan memberikan bantuan untuk meningkatkan produksi pangan berupa bantuan bibit, hand traktor dan lainnya.Bupati Ketapang menyebutkan kita harus mampu neningkatkan produksi pangan. Ia mencontohkan produksi beras satu kilogram dihargai Rp 8.500,00. Sedangkan gula pasir satu kilogram dihargai Rp 12.000,00. Untuk produksi gula pasir harus melalui perusahaan yang perlu izin. Diproduksi harus melalui pabrik serta bayar pajak. Biaya yang tinggi dan sulitnya memproduksinya masih dilakukan perusahaan. Sedangkan produksi beras tidak sulit dan mudah memasarkannya mengapa tidak kita lakukan. Henrikus melihat potensi ini harus digarap. "Saya harap masyarakat menjadi cerdas, kita juga berharap dapat bisa mewujudkan petani berdasi, jika tidak bisa dasi yang panjang, biarlah dasi kupu-kupu," tegas Henrikus.
Kedatangan Bupati Ketapang di Desa Silat, Kecamatan Manismata disambut antusias oleh masyarakat. Respon positip warga tersebut ditandai dengan penyambutan dengan ritual adat serta atraksi seni budaya yang disaksikan ratusan bahkan ribuan warga setempat.
Selain ritual adat Dayak, Bupati Ketapang disambut dengan atraksi silat dan tarian budaya bernuansa Dayak, Melayu dan etnis lainnya.Selain itu pada malam harinya, dilakukan hiburan rakyat yang dipadati warga setempat.@

ANDY CANDRA

 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007