home news guestbook contact
Senin, 16 September 2019 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Tingkatkan Produksi Pertanian, Berdayakan SKPD Berikan Contoh Nyata

Pengirim : andy candra
Tanggal : 27 August 2012, 9:28 pm


humas--Potensi lahan yang cukup luas di Ketapang, maka sangat menjanjikan untuk diolah dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Dalam menggalakkan sektor pertanian, Bupati Ketapang mengakui masih sangat terbatasnya tenaga penyuluh. Ia menyebutkan, karena itu dalam mempromosikan atau mengajak masyarakat mengolah lahan, digiatkan mulai dari SKPD, camat, sampai kepala desa.

“Kalau berhasil, masyarakat kita budayanya senang meniru, karena itu kita berikan contoh yang positif, makanya saya selalu imbau SKPD untuk mengolah lahan dan pertanian, supaya masyarakat kita bisa mencontoh, saat sekarang kita harus buktikan tidak banyak bicara tapi kerja nyata dan dapat dibuktikan secara profesional,” tegas Bupati Ketapang, Drs Henrikus diruang kerjanya.
Selain menggiatkan SKPD dalam memberikan contoh nyata, Bupati Ketapang secara pribadi juga membuat sawah dan kebun. Ia menyebutkan pada lahan sawah dan kebun keluarga di Sungai Awan Kanan, sering kali menjadi tempat kunjungan warga. Karena itu, pada lokasi pertanian yang ada di Sungai Awan dan saat sekarang digarap oleh SKPD, ia memperkirakan dalam masa dua tahun kedepan sudah bisa menjadi lokasi wisata agro bagi masyarakat. Karena potensi pertanian ini dinilainya sangat menjanjikan untuk dikelola secara maksimal, baik untuk kesejahteraan masyarakat dan lainnya.
“Selama saya berada di Ketapang, saya setiap hari juga selalu menyempatkan untuk ke kebun minimal satu jam satu hari, dari padi yang saya kelola, mungkin untuk dua tahun di makan berasnya tidak akan habis, nah disinilah kita harus memberi contoh kepada masyarakat,” ujar Bupati Ketapang.
Disinggung dengan terbatasnya tenaga penyuluh, ia menyebutkan memang sangat terbatas. Untuk melakukan rekrutmen, bukanlah menjadi kewenangan daerah. Namun kewenangan pusat, walaupun demikian pemerintah daerah terus mengusulkan. Untuk mengatasi keterbatasan tenaga penyuluh, maka dilibatkan SKPD secara berjenjang untuk mempromosikannya. Sedangkan tenaga penyuluh yang terbatas diberdayakan sebagai konsultan. Pemerintah daerah juga mengupayakan agar dapat dilakukan tenaga kontrak penyuluh. Demikian juga memperpanjang usia pensiun bagi fungsional tenaga penyuluh. Harapannya dengan usaha keras dan kerja nyata membangun sektor pertanian ini, Ketapang dapat menjadi lumbung beras Kalbar. “minimal dapat memenuhi kebutuhan lokal, sehingga kita tidak tergantung lagi pada beras yang didatangkan dari luar,’ ucap mantan Wakil Bupati Ketapang periode 2005-2010 ini.
Dalam kesempatan tersebut ia juga menerangkan upaya nyata pemerintah daerah memberdayakan potensi pertanian ini telah membuahkan hasil mendapatkan penghargaan dari Presiden RI.Penghargaan ini merupakan kerja bersama pemerintah dan masyarakat. Penghargaan meningkatkan produksi pangan nasional diatas 5 persen tersebut, untuk Ketapang justru 16,8 persen. Ini sebuah langkah yang luar luar biasa dan terus diberdayakan dengan program intensifikasi pertanian. Karena utulah untuk meningkatkan potensi sektor pertanian, pemerinta daerah terus membantu petani, khususnya melalui kelompok baik dengan bibit unggul, hand tracktor, dan lain-lain. Untuk pemasaran hasil pertanian dinilainya masih relatif mudah.
Ia mencontohkan beras yang didatangkan dari luar 1 kg dihargai Rp 11,000. Sedangkan untuk varietas yang sama di Ketapang hanya dijual masyarakat Rp 8.500/kg. Karena itu, sebanyak apa pun produksi masyarakat akan tetap mudah ditampung pasar. “jika di Jakarta atau sekitar Depok sudah mulai kampanye pengurangan konsumsi beras, justru di Ketapang dengan potensi lahan yang luas kampanye pengurangan konsumsi beras belum dapat diterapkan, tetapi kita punya potensi beras untuk mengembangkan produksi pertanian,” terangnya. @@@



andy candra

 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007