home news guestbook contact
Senin, 16 September 2019 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Akhirnya Kota Ketapang Diguyur Hujan

Pengirim : andy candra
Tanggal : 26 August 2012, 6:03 pm


Akhirnya hujan mengguyur Kota Ketapang tepat pukul 17.40 1wib, Minggu (26/8). Guyuran hujan yang terjadi berlangsung tepat saat sholawat menjelang azan magrib tersebut disyukuri warga yang sudah cukup lama mengharapkan hujan.

Sebab, selama kemarau panjang terjadi, udara cukup panas pada siang hari dan sejuk pada malam hari. Kemarau panjang yang melanda Ketapang dan KKU selama ini menyebabkan warga kesulitan air bersih dan kabut asap akibat pembakaran lahan terus mengepung daerah ini. Ironis lagi, akibat kemarau lahan gambut dalam. Seperti jalan sungai Awan-Tanjungpura, sungai pelanh dan lain-lain terus mengepulkan asap.
Sungai Pawan yang menjadi nadi perekonomian Ketapang juga kering. Transportasi melalui sungai terhenti. Transportasi menghubungkan Kota Ketapang dan Kecamatan dihubungkan dengan jalan darat yang sebagian besar berbadan tanah. Akibatnya selain ruas jalan yang tidak rata, perjalanan menghubungkan ibukota kabupaten dengan kecamatan juga dilalui berdebu.
"Pada malam takbir ada juga hujan sedikit, untuk menghilang debu saja nampaknya masih kurang," kata Sunadi, warga Ketapang.
Untuk kebutuhan air bersih warga masih mengandalkan cadangan air hujan serta membeli air galon. Behitu juga warga masih mengandalkan air sumur untuk kebutuhan memasak dan mencuci serta mandi. Selain itu beberapa warga juga mendatangkan mobil tangki PDAM, serta membeli air bersih yang didatangkan dari Gunung Palung.
Kemarau panjang tak hanya menjadikan warga kesulitan air bersih. Tetapi lahan terbakar, dan petani juga belum dapat mengolah lahan untuk menanam padi. Sisi lain, itu tidak sedikit bibit tanaman yang mati akibat kurangnya air.
Demikian juga di KKU. Sejumlah warga Ketapang yang sempat berlebaran di KKU mengakui kesulitan mandi. Sebab air sumur dan Sungai di sekitar Teluk Melano sudah dirembesi air asin. Warga setempat untuk kebutujan air bersih mengandalkan sumber air bersih dari TNGP. Pada beberapa anak sungai dan sumber mata ir di gugusan TNGP terlihat warga dari Kecamatan Simpang Hilir bahkan dari Ketapang antri mengisi air. Ada yang membawa dirijen dengan sepeda motor maupun mobil. Pemandangan tersebut sudah terlohat sejalk bulan Ramadan sampai usai Idul Fitri. Dari pagi sampai malam warga mengambil air bersih untuk kelangsungan hidup keluarganya.
"Sejak sebelum Ramadan, di Teluk Batang ini belum ada hujan," kata seorang warga Teluk Batang.@

 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007