home news guestbook contact
Rabu, 26 September 2018 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Pemkab Bentuk Tim Tanggap Darurat Sikapi Banjir Bandang Tumbang Titi

Pengirim : andy candra
Tanggal : 11 July 2012, 8:39 pm


Banjir bandang menerjang sejumlah desa di wilayah Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang. Musibah yang terjadi sejak Senin menyebabkan air di sejumlah desa sekitar satu meter. Akibat banjir dadakan, karena hujan lebat tersebut menjadikan aktifitas masyarakat di sejumlah desa yang terkena banjir bandang menadi lumpuh. Menyikapi musibah dadakan tersebut, Bupati Ketapang, Drs Henrikus M.Si dan Wakil Bupati Ketapang, Boyman Harun SH, Selasa (10/7) langsung menggelar rapat dadakan dengan menghadirkan instansi terkait. Dalam rapat yang dihadiri juga Kepala Kantor Kesbanagpol dan Linmas Ketapang, Kepala BPBD Kab.Ketapang, Dinas Kehutanan Ketapang dan lain-lain tersebut, Pemkab langsung menanggapi musibah tersebut dan membentuk tim tanggap darurat. Sejumlah bantuan segera disalurkan ke lokasi yang terkena musibah.

“Atas musibah banjir bandang di Tumbang Titi, Pemkab sudah membentuk tim tanggap darurat, mulai besok, hari ini tim sudah mulai terjun ke lapangan serta mengidentifikasi dan menyalurkan bantuan yang diperlukan,” kata Suhaimi S.Sos, Kabag Humas Setda Ketapang, usai rapat dadakan menyikapi Banjir Bandang di Tumbang Titi, kemarin.
Selain itu, pemkab juga membentuk posko untuk membantu korban banjir bandang.Dari informasi yang dihimpun, banjir bandang melumpuhkan aktifitas masyarakat. Warga yang rumahnya terendam terpaksa mengungsi ke rumah keluarga mereka yang lebih tinggi. Penyebab banjir bandang diduga karena hujan yang mulai mengguyur Kecamatan Tumbang Titi sejak beberapa hari terakhir. Walaupun demikian, hujan yang mengguyur kawasan tersebut tidak terlalu lebat serta bukan masa musim penghujan. Walaupun hujan tidak lebat, namun tiba-tiba banjir datang dan merendamkan rumah warga yang sebagian berada di aliran Sungai Pesaguan.Akibatnya warga pun menjadi panik dan masyarakat terancam kelaparan karena tak punya penghasilan. Banjir dadakan seperti itu baru pertama terjadi pada tahun 2012. Desa yang terkena banjir bandang diantaranya: Desa Kembahan, Tanjung Bunga, Batu Berasap, Beringin, Serengkah Kiri, Serengkah Kanan, Tanjung Nalui, Sukaramai dan Desa Jelayan. Adanya banjir bandang di Kecamatan Tumbang Titi dilaporkan tokoh masyarakat ke DPRD.
Sementara itu, setelah mendapat kabar adanya bencana banjir tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ketapang, bergerak cepat ketika mendapat laporan banjir bandang tersebut. Tim yang terdiri dari empat orang diterjunkan sehari setelah banjir menerjang pemukiman warga. Rencananya hari ini, tim dari BPBD dan instansi lain juga turun ke lapangan.” Besok kita (BPBD) dan instansi akan trurun ke lapangan, Bupati Juga sudah menggelar rapat mendadak untuk mengatasi ini,” kata, Kepala BPBD Ketapang, Soviar SH MH.
Walaupun banjir5 diinformasikan sudah mulai surut, pihaknya juga diinformasikan ada fasilitas umum yang rusak seperti jembatan. Karena itu, untuk menindaklanjutinmya segera dilakukan inventarisir ke lap0angan bersama juga dengan Dinas PU Ketapang. Selain banjir dadakan di Tumbang Titi yang mengaliri Sungai Pesaguan. Kondisi Sungai Pawan yang berbatasan dengan Kecamatan Tumbang Titi juga mendadak ketinggian air meninggi. Walaupun tidak banjir, namun arus Sungai Pawan cukup tinggi. Dari arus sungai yang deras terlihatt sampah pohon-pohon kayu terhanyut ke hilir. Pemandangan tersebut terpantau di Desa Tanjungpura dan Desa Mayak Kecamatan Muara Pawan pada hari Rabu (11/7), Sungai Pawan yang biasanya bersih tampak sebagian alur sungai dipadati potongan kayu yang terhanyut dari bagian hulu. ***


 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007