home news guestbook contact
Selasa, 21 Januari 2020 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Tiga Persoalan Wujudkan Pemilu Berkualitas

Pengirim : A C
Tanggal : 29 April 2012, 1:21 pm


KETAPANG – Tiga persoalan mencuat saat Focus Group Discussion yang digelar Komisi Pemilihan Umum Ketapang, Sabtu (28/4) dari para peserta diskusi. “Akurasi data pemilih kurang akurat, sosialisasi tidak tepat sasaran dan penyelenggara tidak netral merupakan masalah yang sering muncul saat pemilu,” kata Halida dan Rahmat, peserta FGD.

Anggota KPU Ketapang Alkap Pasti mengatakan tiga hal yang menjadi sorotan tajam masyarakat yakni tentang data pemilih, sosialisasi dan integritas penyelenggara memang ditemukan di seluruh Indonesia. Ia menjelaskan melalui sebuah diskusi persoalan itu diharapkan dapat dicarikan jalan keluarnya.
“Kalau berdasarkan penelitian kementerian dalam negeri sedikitnya ada tujuh permasalahan dalam pemilu kepala daerah. Adapun persoalan itu yakni akurasi data pemilih, persyaratan calon kepala daerah, internal parpol pengusung calon kepala daerah, politik uang, pelanggaran kampanye, penghitungan suara tidak akurat dan penyelenggara tidak netral,” katanya.
Ia menyebutkan berdasarkan data pemilu baik legislatif, pemilihan presiden dan kepala daerah di Kabupaten Ketapang partisipasinya masih cukup baik di Kalimantan Barat. Menurutnya, memang bila dibandingkan antarpemilu terjadi penurunan jumlah pemilih yang memberikan hak pilih.
“Pemilu legislatif tahun 2004 sebanyak 84 prosen pemilih memberikan hak pilihnya. Namun pada tahun 2009 jumlahnya menuruh yakni hanya mencapai 73 prosen,” ungkap Alkap.
Melalui diskusi terfokus ini, sebut dia, ada solusi atau saran dari peserta kepada KPU sebagai penyelenggara pemilu untuk mewujudkan kinerja yang profesional. Dikatakannya, peran aktif masyarakat sangat mendukung terwujudnya pemilu luber dan jurdil.
“Kami berusaha memberikan pendidikan pemilih supaya cerdas dalam memberikan hak pilihnya. Sehingga pemilu berkualitas dengan kuantitas yang tidak diragukan,” tuturnya.
Ismail, staf pengajar STAI Al Haudl Ketapang mengemukakan pemilu merupakan saran pelaksanaan kedaulatan rakyat. Ia menyebutkan ada empat pilar syarat demokrasi itu terwujud yakni adanya penyelenggara yang netral, pemerintahan terbuka, adanya perlindungan HAM dan berkembangnya civil society.
“Upaya meningkatkan kualitas pemilu maupun pemilukada yakni membangun pola pikir masyarakat akan pentingnya berdemokrasi. Membangun kedewasaan masyarakat mewujudkan pemilu berkualitas dan menyempurnakan sistem pemilu, menumbuhkan rasa tanggung jawab serta meningkatkan pemahaman semua elemen pemilu terhadap aturan dan mekanisme,” ungkap Ismail yang juga mantan Pengawas Pemilu ini. ***


(ditulis oleh Thoriq SH, staf Sekretariat KPU kab.Ketapang)
Alumni Lembaga Pers Dr Sutomo Jakarta.


 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007