home news guestbook contact
Senin, 16 September 2019 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Menyambut Imlek, Dua Ekor Naga Hiasi Penddopo Bupati Ketapang

Pengirim : andy c
Tanggal : 23 January 2012, 6:14 pm


Dibanding tahun sebelumnya, malam Imlek di Ketapang lebih semarak. Tak hanya pesta kembang api yang mewarnai langit Ketapang, lampion merah terpasang di ruko-ruko yang dimiliki warga Tionghoa sehingga menambah indah Kota Ketapang di malam hari. Begitu juga dengan pendopo rumah dinas Bupati Ketapang di Jalan KH Agus Salim. Sepekan terakhir, hiasan lampion dan dua ekor naga dipasang di teras bagian depan.

“Memeriahkan Imlek , hiasan ini saya dipilih dan beli sendiri keika berkunjung di Serawak, Malaysia beberapa waktu lalu, dua ekor naga yang dipasang melambangkan tahun naga,” kata Drs Henrikus M.Si, Bupati Ketapang.
Dipasangnya lampion dan dua ekor naga tersebut dalam rangka memeriahkan Imlek dan Cap Goh Meh tahun 2012. Menurut Bupati Ketapang, dalam memeriahkan Imlek dan Cap Goh Meh, pada tanggal 11 Februari 2012 atau hari ke 20 dalam penanggalan Tionghoa, akan dilakukan Imlek Bersama. Pawai lampion juga dilepas dari kompleks pendopo rumah dinas Bupati Ketapang. Pawai lampion yang sudah beberapa tahun terakhir dilakukan akan berkeliling di Kota Ketapang. Menambah semarak perayaan Imlek, digelar juga malam hiburan di pentas budaya pendopo. Rencananya akan diundang artis ibukota yang bernuansa Tionghoa. “Apakah nanti yang hadir Titik Puspa atau Rani, atau yang lainnya masih dalam tahap penjajakan, dilakukannya malam hiburan dan seni budaya di pentas budaya pendopo ini sesuai dengan motto Bupati dan Wakil Bupati Ketapang yang berupaya melayani dengan adil,” kata Henrikus menerangkan.
Menambah perayaan Imlek dan Cap Goh semakin bermakna, eksebishi Barongsai dari Yayasan Bhakti Suci Pontianak juga akan tampil.Menurut Bupati Ketapang, bahwa ketua Yayasan Bhakti Suci Pontianak sudah mengontak Bupati Ketapang, untuk hadir memenuhi undangan panitia agar tampil dalam eksebishi Barongsai di Ketapang.
Diterangkan Drs Henrikus M.Si bahwa, setelah pentas budaya pendopo Ketapang difungsikan pada malam tahun baru, secara kebetulan tak lama kemudian adanya perayaan Imlek dan Cap Goh Meh. Maka seni budaya Tionghoa yang mendapat kesempatan pertama menggunakan pentas budaya pendopo untuk tampil. Bupati Ketapang berharap seni budaya etnis di Ketapang juga memanfaatkan pentas budaya ini untuk tampil menghibur masyarakat Ketapang. Pendopo Bupaati, kata henrikus adalah rumah rakyat. “Kegiatan yang dipusatkan di pendopo sifatnya hanya seni budaya, tidak yang bersifat ritual keagamaan, murni seni budaya yang tujuannya untuk mempererat bersama warga Ketapang,” tambah Bupati Ketapang.
Rencana pawai lampion dan Imlek Bersama dengan hiburan seni budaya Tionghoa dibenarkan Kabag Humas Setda Ketapang, Suhaimi S.sos menerangkan pawai lampion dan Imlek Bersama yang dipusatkan di kompleks pendopo Bupati Ketapang. Mematangkan kegiatan tersebut, panitia pelaksana bersama SKPD sudah beberapa kali menggelar rapat yang dihadiri seluruh pemuka masyarakat etnis Tionghoa. “Sesuai dengan visi dan misi Bupati Ketapang yang melayani masyarakat dengan adil, Bupati mengharapkan, semua etnis yang ada di Ketapang dapat memanfaatkan pentas budaya pendopo, baik etnis Melayu, Dayak, Tionghoa, Madura, dan lain-lain dalam mementaskan seni budayanya,” kata Suhaimi S.Sos, Kabag Humas Setda Ketapang.
Secara terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ketapang, Yudo Sudarto SP, M.Si menerangkan dalam mendukung berkembangnya sektor kepariwisataan di Kabupaten Ketapang, maka seni budaya perlu didukung agar tetap lestari. Melalui seni budaya dapat memperat silaturhami dan kesatuan warga Ketapang. Persatuan dan kesatuan Ketapang yang multi etnis dan hidup membaur secara kondusif selama ini perlu terus dipertahankan. Karena ini menjadi modal yang kuat untuk membangun Ketapang lebih baik lagi.
“Dalam merekat persatuan dan kesatuan, partisipasi dari paguyupan, perhimpunan, kelompok seni budaya multi etnis lainnya memeriahkan pawai lampion ini juga kita harapkan,”ujarnya.***
==========www.humas.ketapang.go.id==============

writen by Andy C
Bagian Humas Setda Ketapang

 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007