home news guestbook contact
Rabu, 29 Januari 2020 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

UU no 22 Tahun 2009, Tak Punya SIM Dapat Didenda Hingga Rp 1 Juta

Pengirim : andy C
Tanggal : 31 December 2011, 6:16 pm


Walaupun Kota Ketapang kembali dilanda krisis BBM, ternyata perayaan malam tahun baru tak menyurutkan warga meramaikan Kota Ketapang. Warga dari kecamatan sudah meramaikan Ketapang sejak Jum’at (30/12). Bahkan sampai larut malam (Jum’at malam), jalan-jalan masih tetap ramai. Padahal, biasanya sampai pukul 22.00-23.00 WIB, sejumlah aktifitas di Kota Ketapang sudah sepi.

Ramainya lalu lintas di Ketapang, tak pelak lagi pelanggaran jalan raya mulai menggejala. Mengantisipasi pelanggaran lalu lintas semakin marak pada malam perayaan Tahun Baru, Polres Ketapang kembali sibuk. Tak hanya sibuk mengatur lalu lintas pada perempatan malam tahun baru dan mensiagakan seluruh satuan kerja. Mengantisipasi warga membawa senjata tajam, serta pelanggaran disiplin di jalan raya, maka usai apel kenaikan pangkat di Mapolres Ketapang, kembali satlantas melakukan penegakan disiplin lalu lintas.
Disiplin lalu lintas yang dilakukan pada Sabtu (31/12) pagi, akhirnya terjaring sejumlah pengguna lalu lintas yang tidak melengkapi kendaraan baik surat menyurat maupun lainnya. “Yang terjaring satu pengendara tidak mempunyai SIM, tidak membawa STNK 11 pengendara, dan Ranmor satu,” kata Kapolres Ketapang, AKBP I Wayan Sugiri SH, S.Ik, M.Si melalui Kasat Lantas Polres Ketapang, AKP Epos Satria W, S.Ik.
Penegakan disiplin berlalu lintas sekaligus disosialisasikam kembali UU nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan umum. Kasat lantas menerangkan dalam Undang-Undang tersebut, pengendara yang kendaraannya tidak lengkap bisa dikenakan denda pelanggaran. Ia menyebutkan sesuai UU, jika tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) hingga Rp 1 juta. Ini sesuai Pasal 281 yang berisi "Setiap pengendara kendaraan bermotor yang tidak memiliki SIM dipidana dengan pidana kurungan paling lama 4 (empat) bulan atau denda paling banyak Rp 1 juta".
“Itu denda maksimal. Ketentuan berapa pelanggar harus membayar denda itu nanti sesuai dengan sidangnya. Sebagai warga negara yang sadar hukum, sudah seharusnya mematuhi hukum,” terang Kasat Lantas.
Ia menjelaskan SIM diberikan kepada pengendara bukan hanya sebagai sertifikat dia bisa mengemudi. SIM dibuat agar pengendara punya pengetahuan berlalu lintas. Sejumlah pasal lain yang mengatur ketentuan berlalu lintas memberikan denda yang tidak sedikit. Sanksi denda minimal Rp 250 ribu dikenakan kepada setiap pelanggar. Misalnya, Pasal 278, setiap pengendara mobil yang tidak dilengkapi dengan perlengkapan berupa ban cadangan, segitiga pengaman, dongkrak, pembuka roda, dan peralatan pertolongan pertama pada kecelakaan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu (Pasal 278).
Pasal 288, setiap pengendara kendaraan bermotor yang tidak dipasangi Tanda nomor Kendaraan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu. Pasal 288 ayat (2), setiap pengendara kendaraan bermotor yang memiliki SIM namun tidak dapat menunjukkannya saat razia dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu.
Pasal 285 ayat (1), setiap pengendara sepeda motor yang tidak dilengkapi kelayakan kendaraan seperti spion, lampu utama, lampu rem, klakson, pengukur kecepatan, dan knalpot dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu.
Pasal 285 ayat (2), setiap pengendara mobil yang tak dilengkapi kelayakan kendaraan seperti spion, klakson, lampu utama, lampu mundur, lampu rem, kaca depan, bumper, penghapus kaca dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu.
Pasal 287 ayat (1), setiap pengendara yang melanggar rambu lalu lintas dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu.
Pasal 287 ayat (5), setiap pengendara yang melanggar aturan batas kecepatan paling tinggi atau paling rendah dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu.
Pasal 288 ayat (1), setiap pengendara yang tidak memiliki Surat Tanda nomor Kendaraan atau STNK dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu. Pasal 289, setiap pengemudi atau penumpang yang duduk di samping pengemudi mobil tidak mengenakan sabuk keselamatan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu. Pasal 294, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor yang akan berbelok atau berbalik arah tanpa memberikan isyarat dengan lampu penunjuk arah atau isyarat tangan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan penjara atau denda paling banyak Rp 250 ribu. Demikian juga pasal-pasal lainnya yang mengatur tentang denda terhadap pelanggaran UU nomor 22 tahun 2009. ***
====================================
WRIITEN by Andy C
www.humas.ketapang.go.id

 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007