home news guestbook contact
Selasa, 19 Juni 2018 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Wabup Canangkan Gerakan Ketapang Membaca

Pengirim : Andy Candra
Tanggal : 28 October 2011, 4:19 pm


Deklarasi Gerakan Ketapang membacakan Wakil Bupati Ketapang, Boyman Harun SH, Jum’at (28/10) sekaligus penandatanganan deklarasi yang juga dilakukan para camat se-Ketapang. Penandatangan deklarasi Ketapang Membaca tersebut disaksikan juga Kepala Badan Perpustakaan, Kearsipan dan Dokumentasi Propinsi Kalbar dan Kepala Kantor Perpustakaan, Kearsipan, dan Dokumentasi Ketapang. Menurut Wakil Bupati Ketapang, Gerakan pencanangan Ketapang Membaca merupakan tindaklanjut pencanangan Kalbar Membaca yang dilakukan oleh Gubernur Kalbar pada 28 Oktober 2010. Boyman Harun SH menerangkan bahwa Kabupaten Ketapang memiliki potensi sumber daya yang sangat besar baik potensi alamnya maupun potensi budaya yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat. Namun kenyataannya kehidupan masyarakat Kalbar masih jauh tertinggal dibanding dengan propinsi lain di Indonesia.

”Berdasarkan data indeks pembangunan manusia (IPM) tingkat nasionall tahun 2008, Kalbar menduduki urutan ke 29,” kata Boyman Harun.
Ketapang yang merupakan salah satu Kabupaten yang ada di propinsi Kalimantan Barat tentunya mempunyai andil yang sangat besar dalam rangka meningkatkan IPM tersebut. Persoalan ini yang turut mempengaruhi rendahnya IPM Kalbar pada umumnya adalah masih tingginya angka buta huruf, khususnya Kabupaten Ketapang. Pada tahun 2010 dari jumlah penduduk 427.460 jiwa tercatat 8.153 orang dinyatakan sebagai penyandang buta aksara.
Tingginy a angka buta aksara tersebut harus segara dituntaskan dan ditindaklanjuti dengan penyediaan perpustakaan dan taman bacaan. Dimana, hal ini diyakini dapat meningkatkan minat dan kebisaan membaca bagi masyarakat yang baru terbebas dari buta aksara.Bila tidak diupayakan demikian, maka warga yang baru saja terbebas dari buta huruf lambat laun akan kembali ke kondisi semula menjdi buta huruf.
Wabup Ketapang mempertegas perlu ada suatu gerakan yang merupakan tindak lanjut dan dalam upaya pemberantasan buta huruf berupa pemasyarakatan minat dan kebiasaan membaca. Ini merupakan tantangan bagi kita semua baik bagi pemerintah daerah termasuk camat, elemen masyarakat maupun swasta untuk selalu bekerja keras memberikan dan mengembangkan seluruh jenis perpustakaan dalam rangka penyediaan sarana belajar sepanjang hayat. Demikian juga menumbuhkembangkan kegemaran membaca di kalangan masyarakat Kabupaten Ketapang.
Kepala Badan Perpustakaan, Kearsipan dan Dokumentasi Propinsi Kalbar dalam arahannya mengingatkan pentingnya peranan membaca , maka pemerintah daerah bertekad untuk melaksanakan gerakan meningkatkan minat dan kebiasan membaca bagi seluruh lapisan masyarakat dari kota sampai ke pedesaan. Tentunya hal tersebut dilakukan dengan memberdayakan seluruh potensi yang ada. Ia juga menyambut baik dilakukannya kegiatan oleh Kantor Perpustakaan, Kearsipan dan Dokumentasi Kabupaten Ketapang. Ia menyebutkan dokumentasi sangat penting. Mengingat pentingnya peranan perpustakaan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia idealnya di setiap desa , kecamatan kabupaten/kota lembaga pendidikan dan perkantoran, memiliki perpustakaan sehingga masyarakat dapat dengan mudah mengakses informasi ilmu pengetahuan dan teknologi melalui perpustakaan.
Sementara itu, Kepala Kantor Perpustakaan, Kearsipan dan dokumentasi Kabupaten Ketapang, Asmawaty Hasibuan menegaskan gerakan ini diharapkan dapat meningkatkan minat dan kebiasan membaca masyarakat Kabupaten Ketapang, sehingga tercipta budaya baca yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia Kabupaten Ketapang “beriman, sehat, cerdas, aman, berbudaya dan sejahtera”, sesuai dengan visi pembangunan pemerintah Kabupaten Ketapang.
Gerakan ini akan berhasil apabila didukung oleh seluruh elemen masyarakat, pemerintah dan swasta untuk menyelenggarakan semangat terhadap pentingnya membaca serta mengupayakan ketersediaan sarana perpustakaan dan taman bacaan secara merata baik di perkotaaan maupun pedesaan yang mempermudah akses masyarakat terhadap sarana bacaan bermutu.
Kita semua berharap bahwa pencanangan ini merupakan momentum bangkitnya masyarakat Kabupaten Ketapang untuk mengejar ketertinggalan dengan daerah-daerah lainnya. Untuk itu dibutuhkan suatu perubahan yang drastis dengan menciptaan lingkungan serta iklim yang kondisinya membentuk masyarakat belajar (learning society). Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Perpustakaan, Kearsipan dan Dokumentasi Ketapang juga menyebutkan sejumlah kegiatan yang mereka lakukan. Misalnya lomba pidato bagi tingkat SMA, bahkan tahun lalu mereka melakukan kegiatan lomba bercerita tingkat sekolah dasar. “Hasilnya kita kirim ke tingkat propinsi Kalbar, utusan dari Ketapang berhasil menjadi juara harapan,” kata Kepala Kantor Perpustakaan, Kearsipan dan Dokumentasi Kabupaten Ketapang. **

Penulis: Andy Candra, staf MM dan Penyaringan Informasi Bagian Humas Setda Ketapang.




 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007